80 / 100 Skor SEO

WartaSugesti.online // Surabaya – Ketua Umum (Ketum) Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaki Akbar bersuara lantang menanggpi pernyataan / jawaban Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, yang berani dan kontroversial.

“Bukannya mencari solusi, wali kota justru membangun narasi yang memecah belah. Seolah-olah penyebab kejahatan datang dari luar daerah,” ujar Ketum AMI.

Baihaki menilai, pernyataan Eri bukan hanya tidak bijak, tapi juga terkesan cuci tangan atas persoalan keamanan di Surabaya yang menjadi tanggung jawab Wali Kota.

Menurut Baihaki, pengelolaan keamanan tidak seharusnya dilandasi asumsi-asumsi tanpa dasar data yang jelas.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang menyebut pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayahnya bukan berasal dari Surabaya, tetapi dari luar kota.

“Kalau selalu menyalahkan pihak lain, lalu di mana fungsi deteksi dini dan pengawasan? Ini bentuk kegagalan dalam mengelola kota secara komprehensif,” kata Baihaki dalam keterangannya,

Baihaki Akbar mengingatkan, Surabaya adalah kota metropolitan yang terbuka.

Menurut dia, semestinya pemerintah Kota Surabaya menyiapkan sistem keamanan yang mampu merespons mobilitas warga lintas sektor.

“Bukan justru menjadikan spekulasi sebagai tameng atas lemahnya pengawasan,” tegas Baihaki.

Baihaki juga mendesak Eri Cahyadi berhenti membuat pernyataan yang kontraproduktif.

Baihaki menegaskan seorang wali kota harus bertanggung jawab penuh terhadap apa pun yang terjadi di wilayahnya.

“Jangan biasakan menyalahkan pihak luar. Itu tidak mencerminkan kepemimpinan yang dewasa,” pungkas Baihaki Akbar.(spam)
bnews.click