WartaSugesti.online // Bogor – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) resmi membuka kegiatan Pengabdian Masyarakat bertajuk “FISIP ke Desa” di Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, pada Kamis, (11/09/25). Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Puraseda, perangkat kecamatan, serta para mahasiswa FISIP UNIDA.
Program “FISIP ke Desa” tahun ini difokuskan pada tiga bidang utama: lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam membangun desa yang mandiri, berdaya, dan berkelanjutan.
Baca juga : Dokter di Malang, Teror dan Pegang Area Sensitif Pasien
Alvin Andria Pratista, Gubernur BEM FISIP UNIDA, menegaskan bahwa program FISIP ke Desa merupakan wujud nyata pengabdian mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus membangun kebersamaan dengan masyarakat.
“FISIP ke Desa merupakan bentuk pengabdian kami untuk mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari, sekaligus mengajak masyarakat untuk tumbuh bersama. Fokus kami bukan hanya memberi, tetapi juga belajar dari masyarakat Desa Puraseda,” Ujarnya
Moch Daffa, Ketua Pelaksana Program FISIP ke Desa, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar tidak berhenti pada seremonial semata, melainkan memberikan dampak berkelanjutan.
“Kami berkomitmen agar program ini tidak berhenti di acara seremonial saja, tetapi terus memberikan dampak melalui kegiatan nyata, baik di bidang pendidikan, lingkungan, maupun pemberdayaan,” Jelasnya
Asep Ruhiyat, S.A.P., Kepala Desa Puraseda, menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran mahasiswa FISIP UNIDA. Menurutnya, program ini sejalan dengan semangat desa untuk meningkatkan kualitas pendidikan, menjaga kelestarian lingkungan, dan mengembangkan potensi masyarakat.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa FISIP UNIDA di Desa Puraseda. Program ini sejalan dengan semangat desa dalam meningkatkan kualitas pendidikan, menjaga kelestarian lingkungan, dan mengembangkan potensi masyarakat. Semoga kolaborasi ini membawa manfaat besar bagi warga kami.” Ujarnya
Agus Nurmawan, Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Leuwiliang, menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah.
“Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa mahasiswa bukan hanya belajar di kampus, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi nyata. Pemerintah Kecamatan Leuwiliang mendukung penuh inisiatif ini.” Tegasnya
Dengan resmi dibukanya program ini, diharapkan tercipta hubungan harmonis antara mahasiswa dan masyarakat, serta mampu mendorong pembangunan desa yang partisipatif dan inklusif. (A. Wijaya)






