83 / 100 Skor SEO

WartaSugesti.online // GARUT – Seorang ibu hamil asal Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Garut, berinisial R (41), terpaksa dirujuk ke RS Nurhayati Garut setelah sebelumnya ditolak oleh RSUD Pameungpeuk lantaran ketiadaan dokter spesialis kandungan (OBGYN), Sabtu malam (20/7/2025).

Kronologi bermula ketika pasien datang ke Puskesmas Cibalong pada pukul 23.50 WIB dalam kondisi pecah ketuban.

Setelah dilakukan observasi, bidan jaga menyatakan bahwa kondisi pasien memerlukan penanganan lanjutan di rumah sakit karena keterbatasan fasilitas dan tenaga ahli.

Namun, pihak RSUD Pameungpeuk menolak menerima rujukan karena dokter OBGYN sedang mengikuti pelatihan, sebagaimana diperlihatkan melalui pesan tertulis dari pihak rujukan RS.

Baca juga : Lucu, Dipenjara Bisa Kendalikan Bisnis Prostitusi

Akibat penolakan tersebut, pasien harus menunggu hampir 10 jam sebelum akhirnya dibawa ke RS Nurhayati yang berjarak lebih dari 3 jam perjalanan.

Rsud pameungpeukMenurut laporan, kejadian serupa telah berulang kali terjadi, mengindikasikan krisis layanan kesehatan di RSUD Pameungpeuk, termasuk minimnya perlengkapan dan tenaga medis, terutama dokter OBGYN.

Masyarakat Garut selatan berharap pemerintah, termasuk Dinkes Jabar, DPRD, IDI, dan Gubernur Jabar, segera menindaklanjuti krisis ini demi keselamatan pasien dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. (Dea Islami)