80 / 100 Skor SEO

WartaSugesti.online // LumajangBencana melanda Negeri, Gunung Semeru yang berada di wilayah, Desa Ngampo, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dengan kepulan debu seperti asap atau awan yang dahsyat pada Rabu (19/11/2025) sore.

Gunung Semeru yang dikenal sebagai Mahameru itu dilaporkan meluncurkan awan panas dan asap tebal guguran, dengan jarak luncur diperkirakan mencapai 8,5 kilometer ke sektor Tenggara.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui pengamatan visual dan CCTV mencatat kolom asap pekat keabu-abuan keluar dari kawah Jonggring Saloko, lalu bergerak menuruni lereng mengikuti aliran Sungai Besuk Kobokan.

Luncuran awan panas Gunung Semeru tersebut kemudian mengarah ke kawasan Desa Supiturang dan Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo.

Selain terlihat jelas dari monitor visual, aktivitas ini juga terdeteksi kuat melalui alat seismograf.

Getaran gempa akibat luncuran material panas Gunung Semeru tercatat mencapai amplitudo 40 milimeter, menandakan intensitas guguran yang cukup signifikan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, membenarkan kejadian tersebut dan menyebutkan bahwa proses erupsi dimulai sekitar pukul 14.30 WIB.

“Awan panas mulai terekam sejak 14.30. Data sementara menunjukkan jarak luncur awal sekitar 5 kilometer dari puncak gunung,” ujar Isnugroho.

Hingga laporan terakhir, belum ditemukan adanya kerusakan material maupun korban.

Namun, sebagai langkah kesiapsiagaan, BPBD Lumajang telah menerjunkan tim reaksi cepat ke beberapa titik rawan guna membantu warga melakukan evakuasi.

Petugas juga memberikan imbauan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius kawasan berbahaya mengingat potensi awan panas susulan masih mungkin terjadi.

Baca juga : Sidoarjo Kota Banjir Warga Mengungsi ke Masjid

Sejumlah warga di tiga desa sekitar jalur Awan Panas Guguran (APG) telah memilih melakukan evakuasi mandiri ke tempat lebih aman.

Aparat gabungan TNI-Polri, relawan, dan petugas desa turut membantu proses pengungsian serta memastikan jalur evakuasi tetap aman.

Hingga saat berita diturunkan, pemantauan aktivitas Semeru masih berlangsung intensif. PVMBG dan BPBD mengingatkan warga untuk tetap memantau informasi resmi dan tidak terpancing kabar yang belum terverifikasi. (Alief)