WartaSugesti.com // Bangkalan – Perusahaan sarang burung walet milik warga negara asing (Cina) di Desa Lomaer, Dusun Pancor, Kabupaten Bangkalan, mengusir wartawan paa Sabtu 17 Januari 2026.
Sontak saja kejadian tersebut menjadi sorotan publik. Perusahaan sarang walet itu itu mengusir Wartawan saat awak media melakukan konfirmasi terkait keributan yang terjadi.
Menurut informasi yang dihimpun, keributan tersebut dipicu oleh dugaan ketidaksesuaian janji gaji kepada pekerja pembersih sarang walet.
Baca juga : 3 Mobil Hilang dalam 1 Minggu Polisi?
Para pekerja sarang walet dijanjikan gaji Rp 100 ribu per hari oleh kepercayaan pemilik perusahaan yang bernama Sin.
Namun ternyata hanya dibayar 80rb per hari
Sabtu 17 Januari 2026, ketika wartawan Mat Terbang atau Aziz mencoba melakukan konfirmasi dan klarifikasi terkait permasalahan tersebut, ia justru diusir oleh pemilik perusahaan, pengawas, dan satpam.
“Saya datang ke perusahaan tersebut untuk melakukan konfirmasi terkait adanya keributan dan dugaan ketidaksesuaian janji gaji. Namun, saya malah diusir oleh pemilik perusahaan, pengawas, dan satpam,” ujar Mat Terbang.
Tindakan pengusiran terhadap wartawan ini tentu sangat disayangkan.
Sebagai media, wartawan memiliki hak untuk mencari dan menyampaikan informasi kepada publik.
Tindakan menghalangi wartawan dalam menjalankan tugasnya merupakan pelanggaran terhadap kebebasan pers.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait pengusiran wartawan dan permasalahan gaji pekerja.(Mat)






