80 / 100 Skor SEO

WartaSugesti.online // SURABAYA – Paguyuban jagal dan pedagang daging se_Surabaya akan menghentikan pasokan daging sementara sampai tuntutan meraka, menolak pemindahan Rumah Pemotongan Hewan ( RPH ) Pegirian ke Tambak Oso Wilangon ( TOW ) berhasil.

Selain itu, akibat akibat adanya gelombang demo susulan dan aksi mogok yang dilakukan oleh peguyuban jagal dan pedagang daging se-Surabaya Selasa (13/01/2026), berdampak langsung kepada stabilitas ekonomi masyarakat bawah.

Bagaimana tidak, Pekerjaan karyawan di RPH Pegirian ikut berhenti, pemasukan keuangan pun hilang, anak-anak karyawan terancam tidak bisa sekolah.

Baca juga : Mitra Jagal RPH Pegirian Demo Bawa Sapi

Lisdiana, karyawan RPH mengatakan dengan adanya pemindahan oleh Pemerintah Kota Surabaya secara sepihak ini membias kepada masyarakat kecil, dia kehilangan mata pencaharian dan penghasilan setelah aksi mogok kerja para jagal dan pedagang daging se_ Surabaya.

“Kami meminta kepada bapak presiden Prabowo Subianto supaya walikota Surabaya tidak memindahkan tempat mengais rejeki kami dan tempat lahir kami. Jika ini tidak terkabulkan maka seterusnya kami tidak bekerja,” kata dia menyampaikan permohonannya.

Lisdiana minta Wali Kota Surabaya. Eri Cahyadi meninjau ulang pemindahan RPH Pegirian.

Kebijakan itu lanjut dia akan berdampak terhadap anak cucunya, selain jarak tempuh yang terlalu jauh, juga akan ada penambahan biaya jika RPH Pegirian pindah ke TOW.

“Kami disini sudah tiga generasi hidup di pegirian. Semua anak dan cucu kami sudah sekolah dan mengais rejeki di sin,” ujarnya.

Pantauan media di RPH Pegirian, tempat penjualan daging terlihat sepi. Menurut warga hal itu terjadi semenjak ada aksi mogok kerja, sedangkan para jagal dan pekerja juga tidak lagi aktif.

Abdullah Mansur, Ketua koordinator aksi, demo susulan mengatakan sejak Senin 12 Januari 2026, di RPH Pegirian sudah tidak ada aktivitas pemotongan hewan.

Bahkan kata dia, pasokan daging sapi ke pasar tradisional, rumah sakit, pusat perbelanjaan, hingga pelaku UMKM terhenti total.

“Selama tuntutan kami para jagal dan pedagang daging se-Surabaya tidak dipenuhi oleh pemerintah kota Surabaya, sampai kapanpun kami akan pasang tenda didepan kantor walikota Surabaya untuk aksi mogok kerja,” katanya. ( spam )